Derajat Hadits Bacaan Dalam Shalat
Hadits lemah tentang bacaan sholat
Status Hadits Bacaan sholat

Suatu ketika ana menerima pertanyaan melalui inbox di facebook, pertanyaan tersebut berbunyi:
assalamualaikum.
Akh (bisa minta) file hadist shohih bacaan sholat rasulullah ? nuhunana.
(ana)
mw file bacaan sholat rasul dari hadisnya, kan kalo dbuku n yang guru ngaji
ajarkan langsung k doa ga dksh tw sanad, matan dsb komponen2 hadistnya.
Ana
pingin tau z, bkn tgs da, sselesainya antm buat sja. An bca bacaan2 sholat tp
gtw asal usulnya jgn2 ada yg ditmbh atw dkurang lg, kan sholatlah sbgaimana ak
sholat (kata rasul). Br kpikiran 2 minggu kmrn stlah kul SPI.
Bismillahirrahmanirrahim
Segala puji bagi Allah SWT yang masih
mengilham ke dalam hati kita semuanya keinginan yang melahirkan dorongan yang
kuat untuk menambah dan memperbaharui pengetahuan keislaman, serta
menganugerahkan pula keimanan dan keislaman dalam bingkai komitmen dakwah.
Shalawat dan salam kepada junjungan kita Rasulullah SAW, sebagai manusia utama
yang selalu kita rindukan untuk menatap wajah beliau, semoga Allah SWT berkenan
mempertemukan kita dengan beliau di surga-Nya kelak….amien
Berkaitan dengan sholat dan bacaan-bacaannya,
Rasulullah SAW telah berwasiat kepada kita semuanya, dalam sebuah hadits yang
sangat terkenal:
وَصَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي
"Dan shalatlah
kalian, sebagaimana kalian melihat aku shalat."
Hadits
ini shahih, diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan selainnya (semoga Allah SWT
merahmati mereka semuanya).
Selanjutnya,
bagaimanakah dengan bacaan-bacaan shalat Rasulullah SAW menurut hadits
shahih…???
14 Tips Agar Shalat Menjadi Khusyu
Berikut
ini ana akan paparkan hal tersebut:
1) Niat
Dalam hal niat, Nabi SAW tidak pernah
memberikan contoh mengenai lafaznya dalam semua ibadah, sebab niat adalah
urusan hati dan tidak tergantung pada ucapan. Hal ini kemudian melahirkan
perbedaan pendapat dan ijtihad di kalangan ulama fiqh, ada yang berpendapat
bahwa niat itu perlu diucapkan meskipun hal itu tidaklah wajib, dan ada yang
berkata bahwa tidak perlu mengucapkannya. Namun satu hal yang ingin ana ingin
tekankan adalah ini hanyalah ijtihad, jika antum/antunna setuju dengan
melafazkan niat, maka silahkan diamalkan. Jika antum/antenna tidak setuju dengan
melafazkan niat, maka tinggalkan.
Ana juga ingin sampaikan kepada kaum muslimin
khususnya para aktivis dakwah dari semua kalangan dan golongan bahwa tidak
perlu mempersoalkan hal ini hingga saling mencela sesama muslim, karena
mempersoalkan hal-hal seperti ini dengan menyulut permusuhan dan pertentangan
di kalangan kaum muslimin adalah satu di antara tanda ketidakfahaman dan
kesempitan ilmu seorang dai.
2) Bacaan Iftitah
Bacaan iftitah dalam hadits shahih sangatlah
beragam, namun yang sangat terkenal adalah:
وَجَّهْتُ
وَجْهِىَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ
إِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لاَ
شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ.
Doa
ini adalah doa yang bersumber dari hadits shahih. Sebenarnya doa ini sangat panjang, namun para ulama
kita sangat bijaksana dan tidak ingin mempersulit orang-orang yang belajar
shalat untuk pertama kalinya dari kalangan kaum muslimin, hingga mereka
berijtihad bahwa doa iftitah sudah cukup meskipun hanya dengan lafaz di atas.
Lanjutan
dari doa di atas secara lengkap adalah:
اللَّهُمَّ
أَنْتَ الْمَلِكُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ. أَنْتَ رَبِّى وَأَنَا عَبْدُكَ ظَلَمْتُ
نَفْسِى وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِى فَاغْفِرْ لِى ذُنُوبِى جَمِيعًا إِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ
الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ وَاهْدِنِى لأَحْسَنِ الأَخْلاَقِ لاَ يَهْدِى لأَحْسَنِهَا
إِلاَّ أَنْتَ وَاصْرِفْ عَنِّى سَيِّئَهَا لاَ يَصْرِفُ عَنِّى سَيِّئَهَا إِلاَّ
أَنْتَ لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ كُلُّهُ فِى يَدَيْكَ وَالشَّرُّ لَيْسَ
إِلَيْكَ أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ
إِلَيْكَ ».
Doa ini berasal dari hadits shahih yang
diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasa'I, Imam Ahmad,
Abdurrazaq, Ibnu Abi Syaibah, dan masih banyak lagi imam hadits yang lain melalui
jalur riwayat yang disampaikan oleh Ali bin Abi Tahlib (semoga Allah merahmati
mereka semuanya).
Di dalam doa iftitah yang di ajarkan di
buku-buku panduan sholat diawalnya terdapat kalimat:
اللَّهُ
أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً
Doa ini adalah doa yang bersumber dari hadits
shahih.
Berkaitan dengan doa ini, Imam Muslim menyebutkan dalam kitab Shahihnya sebuah
riwayat yang bersumber dari Ibnu Umar, bahwa suatu ketika para sahabat shalat
berjamaah bersama Rasulullah SAW, ketika usai takbiratul ihram, seorang
laki-laki dengan suara yang agak keras membaca potongan doa di atas hingga
terdengar oleh Rasulullah SAW. Setelah shalat usai, Rasulullah SAW bertanya
kepada para sahabat mengenai siapa yang membaca doa tersebut. Maka laki-laki
yang membaca doa tersebut menjawab,"Aku ya Rasulullah!" Rasulullah
SAW bersabda,"Aku kagum terhadap doa ini, karena pintu-pintu langit
terbuka untuknya." Ibnu Umar kemudian berkata,"Sejak mendengar
perkataan Rasulullah SAW tersebut, aku tidak pernah meninggalkan membacanya
(dalam setiap shalat)."
Ana katakan kepada antum/antunna semua,
inilah potongan doa yang kemudian disatukan dengan doa sebelumnya hingga
terbentuk doa iftitah sebagaimana yang sangat dikenal di kalangan masyarakat
kita saat ini dengan susunan lafaz:
اللَّهُ
أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً. (إني)
وَجَّهْتُ وَجْهِىَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا
مِنَ الْمُشْرِكِينَ إِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ
الْعَالَمِينَ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ.
3) Bacaan Ruku', I`tidal
(bangun dari ruku'), dan sujud
Bacaan ruku, I`tidal
(bangun dari ruku'), dan sujud dalam hadits yang shahih adalah sebagai berikut:
عن
حُذَيْفَةَ قَالَ صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ذَاتَ لَيْلَةٍ
فَافْتَتَحَ الْبَقَرَةَ فَقُلْتُ يَرْكَعُ عِنْدَ الْمِائَةِ. ثُمَّ مَضَى فَقُلْتُ
يُصَلِّى بِهَا فِى رَكْعَةٍ فَمَضَى فَقُلْتُ يَرْكَعُ بِهَا. ثُمَّ افْتَتَحَ النِّسَاءَ
فَقَرَأَهَا ثُمَّ افْتَتَحَ آلَ عِمْرَانَ فَقَرَأَهَا يَقْرَأُ مُتَرَسِّلاً إِذَا
مَرَّ بِآيَةٍ فِيهَا تَسْبِيحٌ سَبَّحَ وَإِذَا مَرَّ بِسُؤَالٍ سَأَلَ وَإِذَا مَرَّ
بِتَعَوُّذٍ تَعَوَّذَ ثُمَّ رَكَعَ فَجَعَلَ يَقُولُ « سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ
». فَكَانَ رُكُوعُهُ نَحْوًا مِنْ قِيَامِهِ ثُمَّ قَالَ « سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ
حَمِدَهُ ». ثُمَّ قَامَ طَوِيلاً قَرِيبًا مِمَّا رَكَعَ ثُمَّ سَجَدَ فَقَالَ
« سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى ». فَكَانَ سُجُودُهُ قَرِيبًا مِنْ قِيَامِهِ.
قَالَ وَفِى حَدِيثِ جَرِيرٍ مِنَ الزِّيَادَةِ فَقَالَ « سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ
حَمِدَهُ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ ».
"Dari Abu Huzaifah, ia berkata,
suatu ketika pada malam hari aku shalat bersama Rasulullah SAW, beliau membaca
surat al-Baqarah (dari ayat pertama). Maka aku berkata dalam hati bahwa beliau
akan ruku' pada ayat yang ke-100. Kemudian sampai pada ayat yang ke-100 beliau
tetap melanjutkan bacaannya. Aku berkata dalam hati, beliau akan ruku' setelah
menyelesaikannya. Setelah selesai surat al-Baqarah, beliau melanjutkan
bacaannya ke surat an-Nisa, lalu ke surat Ali Imran, beliau membaca dengan
bacaan yang tersambung jelas. Jika beliau melewati ayat tasbih, maka beliau
bertasbih, jika melewati ayat-ayat tentang doa, beliau berdoa, dan jika
melewati ayat-ayat yang perlu perlindungan, beliau memohon perlindungan.
Kemudian beliau ruku' dan membaca,"Subhana rabbiyal-`Azhim."
Beliau ruku' dengan lama, sebagaimana beliau berdiri. Kemudian beliau bangun
dari ruku dan membaca,"Sami'allahu liman hamidah." Kemudian
beliau tetap berdiri sebagaimana lamanya beliau ruku. Kemudian beliau sujud dan
membaca,"Subhana rabbiyal A`la,". Beliau sujud dengan
lama, sebagaimana lamanya beliau berdiri. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh
Jarir, terdapat tambahan kalimat,"Sami`allahu liman hamidah rabbana
lakalhamdu,".
Hadits
ini shahih, diriwayatkan oleh Imam Muslim. Dalam hadits ini, ada beberapa hal
yang ana garis bawahi:
·
Bacaan
ruku' dan sujud hanya sekali, bukan tiga kali sebagaimana yang beredar di
masyarakat kita;
· Bacaan
ruku dan sujud tidak terdapat padanya tambahan kalimat "wabihamdih",
sebagaimana yang disebutkan dalam buku-buku panduan sholat yang beredar di
masyarakat kita.
Melihat hal ini, mungkin akan lahir
pertanyaan, bagaimanakah status hadits tentang pengucapan doa ruku' dan
sujud yang masing-masing tiga kali…???
Kisah Keajaiban Shalat Tepat Waktu
Ana
katakan bahwa jawabannya adalah pengucapan doa ruku' dan sujud dengan
masing-masing tiga kali juga bersumber dari hadits yang shahih. Sebagaimana
yang disebutkan dalam Sunan Ibnu Majah:
عن حذيفة بن اليمان:
- أنه سمع رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول إذا ركع ( سبحان ربي العظيم ) ثلاث مرات
وإذا سجد قال ( سبحان ربي الأعلى ) ثلاث مرات .
"Dari Hudzaifah, bahwa ia
mendengar Rasulullah SAW membaca ketika ruku,"Subhana
rabbiyal-`Azhim' tiga kali, dan jika beliau SAW sujud, beliau membaca,"Subhana
rabbiyal-A`la, tiga kali.
Hadits
ini shahih, diriwayatkan oleh Ibnu
Majah dalam bab al-Tasbih fi al-Ruku`.
Tersisa satu pertanyaan lagi yang
mungkin akan muncul dari benak kaum muslimin, yaitu bagaimanakah status
tambahan kata "Wabihamdih" dalam doa ruku` dan sujud…???
Tambahan
kata "wabihamdih" pada doa ruku' dan sujud dalam hadits
diriwayatkan oleh Imam Syafi'i dalam kitabnya al-Umm, Abu Dawud,
Tirmidzi, dan Ibnu Majah.
Hanya saja, ketika mengkonfirmasi riwayat
tersebut ke kitab al-Umm karya Imam Syafi'i, ana menemukan bahwa Imam
Syafi'i sendiri ragu terhadap keshahihan hadits ini, karena di akhir
perkataanya setelah menyebutkan hadits tersebut beliau berkata,"Jika saja
seandainya hadits ini kuat/shahih."
Imam
Abu Dawud berkata,"Kalimat ini adalah kalimat tambahan (yang bukan
bersumber dari hadits), dan kami khawatir jika kalimat ini menjadi bagian dari
hafalan doa (yang dihafalkan oleh kaum muslimin)."
Kisah Keberkahan Shalat Tepat Waktu
Al-Hafiz
Ibnu Hajar dalam kitabnya al-Talkhis al-Habir, menyebutkan bahwa semua
hadits yang menyebutkan tambahan kata "wabihamdih"
dalam ruku' dan sujud, semuanya berderajat dha`if dan tidak bisa
dijadikan hujjah/dalil. Hal ini disebutkan pula oleh al-Hafiz Ibnu al-Mulaqin
dalam kitabnya al-Badr al-Munir.
4) Doa I`tidal (bangun
dari ruku') versi buku-buku panduan shalat
Doa bangun dari ruku' yang tertulis
di banyak duku panduan shalat adalah:
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ
وَمِلْءَ الأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَىْءٍ بَعْدُ
Doa
ini adalah doa yang bersumber dari hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam
Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi dan yang lainnya.
Dalam
riwayat yang lain, dalam kitab shahih Muslim, terdapat tambahan kalimat lain
yang bersatu dengan doa di atas, yaitu:
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ
وَمِلْءَ الأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَىْءٍ بَعْدُ أَهْلَ الثَّنَاءِ وَالْمَجْدِ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِىَ
لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ.
5) Duduk antara Dua sujud
Dalam
hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, doa duduk di antara dua sujud
adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ
اغْفِرْ لِى وَارْحَمْنِى وَاهْدِنِى وَعَافِنِى وَارْزُقْنِى
Dalam
riwayat shahih yang lain yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu
Majah:
اللَّهُمَّ اغْفِر لي واجبرني وَعَافنِي وارزقني
واهدني وَارْفَعْنِي
Dua susunan inilah yang paling shahih mengenai doa di antara dua
sujud.
Kedua doa di atas kemudian dicampur dalam satu doa, sehingga
melahirkan doa duduk di antara dua sujud sebagaimana yang disebutkan dalam buku-buku
panduan shalat, yaitu:
اللَّهُمَّ
اغْفِرلي وَارْحَمْنِى واجبرني وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِى وَاهْدِنِى وَعَافِنِى
وَاعْفُ عَنِّى
Selain itu, ada hal yang ana harus sampaikan bahwa dalam doa duduk
di antara dua sujud yang dicantumkan di buku-buku panduan ibadah lengkap
sebagaimana di atas, ada kalimat yang sebenarnya bukan berasal dari doa duduk
di antara dua sujud, dan merupakan selipan yang tidak diketahui orang yang
pertama kali menyelipkannya yaitu kata:
وَاعْفُ عَنِّى
Dalam Sunan al-Kubra, Imam al-Baihaqi menyebutkan kalimat
yang satu ini memang disandingkan dengan doa di antara dua sujud, namun
kemunculannya bukan pada konteks doa duduk di antara dua sujud, melainkan dalam
konteks yang lain, sebagai dalam hadits berikut:
عَنِ ابْنِ أَبِى
أَوْفَى قَالَ : جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ : يَا
رَسُولَ اللَّهِ إِنِّى لاَ أُحْسِنُ شَيْئًا مِنَ الْقُرْآنِ ، فَعَلِّمْنِى مَا يَجْزِينِى
مِنْهُ. قَالَ :« قُلْ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحْمُدُ لِلَّهِ ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ
اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ ». فَذَهَبَ
ثُمَّ رَجَعَ فَقَالَ : هَؤُلاَءِ لِرَبِّى فَمَا لِى؟ قَالَ :« قُلِ اللَّهُمَّ اغْفِرْ
لِى وَارْحَمْنِى ، وَاهْدِنِى وَارْزُقْنِى ، وَعَافِنِى وَاعْفُ عَنِّى
». فَلَمَّا وَلَّى الرَّجُلُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- :« أَمَّا
هَذَا فَقَدْ مَلأَ يَدَهُ مِنَ الْخَيْرِ ».
"Dari Ibnu Abi Aufa,"Suatu ketika
seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW dan berkata,"Ya Rasulullah,
sesungguhnya aku tidak mengetahui sesuatupun tentang Al-Qur'an, ajarkanlah
kepadaku sesuatu yang aku bisa mendapat pahala dengannnya. Rasulullah SAW
bersabda,"Bacalah, Subhanallah, walhamdulillah, wa laailahaillallah,
wallahu akbar, wa laahaula walaa Quwwata Illa billah. Kemudian laki-laki
tersebut pergi, lalu kembali lagi mendatangi Rasulullah SAW dan berkata,"Semua
ini adalah kalimat untuk Tuhanku, maka apakah bacaan untukku." Rasulullah
SAW menjawab,"Bacalah, Allahummagfirli, warhamni, wahdini warzuqni, wa
`Afini wa`fu'anni. Ketika laki-laki tersebut berlalu, Rasulullah SAW
bersabda,"Adapun laki-laki ini, maka ia telah memenuhi kedua tangannya
dengan kebaikan.
Inilah beberapa doa mengenai doa-doa dan bacaan dalam shalat, semoga
menambah wawasan keislaman bagi semua.
Fakta & Keajaiban Shalat 5 waktu dalam Ilmu Pengetahuan
Bandung,
Ahad 5 Mei 2013/24 Jumadil Akhir 1434 H, Pkl.17.09 WIB
Khadim Al-Qur'an wa As-Sunnah
Aswin Ahdir Bolano
Referensi:
Shahih
Muslim
Sunan
Tirmidzi
Sunan Ibnu
Majah
Sunan Abu
Dawud
Sunan
An-Nasa'i
Al-Badr
al-Munir Ibnu al-Mulaqin
Al-Umm Imam Syafi'i
Al-Talkhish
al-Habir Ibnu Hajar al-Asqalani
I`anah
al-Thalibin Abu Bakr
al-Dimiyati
Risalah
Tuntunan Shalat Lengkap
Post a Comment for "Derajat Hadits Bacaan Dalam Shalat"